Ahlan Wa Sahlan , Saudaraku - Semoga silaturahmi ini barakah dan semakin mempererat ukhuwah - amin  |  .:: Lukman Said ::.

Hidup Berkah dengan Sedekah



Oleh: Lukman Sa'id
Pancinglah rezeki dengan sedekah. Jika engkau ditimpa kebangkrutan, berbisnislah dengan Allah dengan memperbanyak sedekah.” [Ali Bin Abi Thalib]

Sedekah artinya pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela. Tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu.
Juga berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah SW dan pahala semata.
''Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaktian (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai...'' (Q.S. Ali Imran [3]: 92)
Dengan Sedekah, Hidup Menjadi Berkah
 “Sesungguhnya sedekah itu, benar-benar menghilangkan tujuh puluh pintu keburukan.” [Ibnu Abi Al-Ja’d]
Berkah artinya, memiliki banyak kebaikan dan bersifat tetap dan terus menerus. Diambil dari kata `birkah` yang berarti tempat berhimpunnya air. Dan itu berbeda dengan tempat mengalirnya air. Alasannya karena dua hal; pertama,  jumlahnya yang banyak. Dan kedua, sifatnya yang tetap.
Berkah juga dapat diartikan dengan adanya kebaikan ilahi secara tetap pada sesuatu. Dengan demikian, apabila sesuatu dikatakan berkah, artinya sesuatu itu memiliki banyak kebaikan yang bersifat tetap, karena dijadikan demikian oleh Allah.
Jadi, hidup yang berkah adalah hidup yang tetap dan terus menerus dalam kebaikan. Dalam ketaatan kepada Allah, dimanapun dan kapanpun. Bahkan, setiap waktu adalah peningkatan kualitas kabaikan dan ketaatan kepada Allah. Dan harta yang berkah adalah harta yang memberi kebaikan kepada pemiliknya. Harta yang selalu membawa pemiliknya senantiasa dalam ketaatan yang bertambah.
Islam mengajarkan kita bagaimana jalan-jalan menuju keberkahan dalam hidup ini. Salah satunya adalah dengan banyak bersedekah. Menyisihkan sedikit dari harta kita untuk orang-orang yang membutuhkan. Berbagi kebahagiaan dan cinta. Meringankan beban-beban hidup yang terus mendesak.
''Engkau tak akan mendapatkan kebaikan apa pun hingga kalian menyedekahkan sebagian harta yang paling kalian cintai. Ketahuilah, apa pun yang kalian infakkan, Allah pasti mengetahuinya.'' (Q.S. Ali 'Imran: 92)
“...sedekah yang tersembunyi itu akan memadamkan amarah Rabb (Allah), menyambung tali silaturrahmi dan memperpanjang umur.” [HR. Thabrani]
Suatu ketika, Allah pernah mendatangkan belalang emas kepada Nabi Ayyub dan hinggap di lengannya. Beliau menepis-nepis lengan bajunya agar belalang jatuh. Lantas Allah SW berfirman, ''Bukankah Aku lakukan begitu supaya kamu menjadi lebih kaya?'' Ayub AS menjawab, ''Ya benar, wahai Allah, Tapi demi keagungan-Mu apalah artinya kekayaan tanpa keberkahan-Mu.''
Yang Nabi Ayyub cari adalah kehidupan yang berkah. Bukan benyaknya materi dan harta benda. Tapi nilai dan kualitas. Inilah pentingnya berkah dalam kehidupan kita. Dalam setiap nafas dan harta kita. Agar hidup ini bisa kita nikmati keindahannya. Bukan sekedar bergelimang, tapi kering makna dan kurang rasa.
Sehingga hidup ini semakin tenang dan tenteram, meskipun sederhana dan apa adanya. Tetap mencukupi, walaupun kebutuhan-kebutuhan hidup terus meningkat dan melonjak. Dan hati kita terjauh dari kegelisahan-kegelisahan yang mencekam.
Pernah suatu ketika, Nabi SAW mempercepat shalatnya hingga membuat para sahabat bertanya−tanya. Setelah ditanya, beliau menjawab, ''Ketika shalat tadi, aku teringat ada harta bendaku yang belum aku sedekahkan.'' (H.R. Bukhari)
Harta bukan untuk ditumpuk, kemudian dinikmati sendiri. Ada kewajiban yang mesti dilakukan terhadap harta itu, agar harta yang diberikan Allah tidak sia−sia. Sehingga dalam kehidupan kita, tidak ada istilah oang kaya yang semakin kaya, dan orang miskin semakin menderita.
Islam mengajarkan semua manusia sejajar. Dengan cara, orang yang kaya mau membantu yang miskin dengan menyisihkan sedikit hartanya. Bukanlah seorang mukmin, yang tidur dalam keadaan kenyang sementara tetangga sebelahnya kelaparan” (HR.  Bukhori).
Bahkan, meskipun hanya sekedar memasak sayur berkuah sekalipun, kita dianjurkan untuk memperbanyak kuahnya agar kita dapat berbagi dengan tetangga, “Jika engkau memasak sayur, perbanyaklah kuahnya dan bagikan kepada tetanggamu”  (HR. Muslim)
Harta memang milik kita, tapi di dalamnya juga ada milik orang lain yang mesti diberikan. Inilah yang terkadang berat dilakukan, karena menganggap harta benda yang dimiliki adalah hasil kerja keras yang harus dinikmati sendiri. Padahal, dalam harta seseorang sejatinya ada campur tangan dari Allah SW.
Menjadi Kaya dengan Sedekah
Dan salah satu manfaat sedekah, diantara manfaatnya yang begitu banyak, adalah sedekah dapat membuat kita semakin kaya. Kaya yang hakiki. Kaya lahir batin. Bukan sekedar kaya lahir dengan banyaknya harta benda, tetapi yang paling penting adalah kaya jiwa. Kaya hati dan sanubari. Diantaranya:
1.  Pelipat-gandaan Pahala
Firman Allah ta’ala,“Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul- Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Q.S. Al-Hadid: 18)
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa bersedekah dengan sesuatu sebesar satu buah kurma dari usahanya yang baik –dan Allah tidak menerima kecuali yang baik- maka Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya, kemudian Allah akan menumbuhkan sedekahnya itu bagi pemberinya, seperti seseorang diantara kalian menumbuhkan kuda piaraannya, hingga sebesar gunung.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di Jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah [2]:261)

2.  Mendapat Naungan Allah
Rasulullah bersabda, “Tujuh orang yang akan mendapat naungan Allah pada hari kiamat, ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya…” diataranya, “...orang yang bersedekah, lalu ia menyembunyikannya, hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan tangan kanannya.” (H.R.Bukhari Muslim)
Rasulullah pernah berkhutbah pada hari ‘ied untuk para wanita, agar para wanita memperbanyak sedekah, agar mereka mendapatkan naungan Allah dan terbebas dari siksaan, “Wahai para wanita, bersedekahlah kalian walaupun dengan perhiasan kalian, karena sesungguhnya aku melihat kalian adalah penghuni neraka yang paling banyak.” (H.R. Bukhari)
3. Mendapat Ganti yang Berlipat Ganda
Allah Berfirman, “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di Jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah [2]:261)
Rasulullah bersabda, “Tidaklah datang satu hari kepada hamba-hamba Allah kecuali ada dua malaikat yang turun, salah satunya berdo’a, “Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak hari ini.” Dan yang satunya lagi juga berdo’a, “Ya Allah, timpakanlah kehancuran kepada orang yang menahan hartanya.” (H.R. Bukhari Muslim)
Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Pancinglah rezeki dengan sedekah”.
Dia juga berkata, ”Jika engkau ditimpa kebangkrutan, berbisnislah dengan Allah dengan memperbanyak sedekah.

 ...sedekah, membuat kita menjadi pribadi yang ikhlas. Kapan saja harta titipan yang berada di tangan itu harus dilepas...


Dimuat dalam Buletin Al-Huda/HASMI Bogor

1 komentar:

giowahyu mengatakan...

Subhanalloh, Terima kasih artikelnya. Sangat bermanfaat.